ACEH UTARA, infomitratani.com – Sekitar 80 hektare lahan pertanian di Desa Ceut Dah, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Aceh kering akibat musim kemarau. Tanaman dan tanah kering padahal menjelang musim panen.
Saking parahnya, tanah lahan pertanian kering dan retak. Kondisi kekeringan ini terjadi sejak dua bulan terakhir.
Untuk mengairi lahan pertanian, para petani mengandalkan pompa air atau alkon. Namun bantuan mesin ini pun belum mampu menyuplai air ke sawah yang terhampar luas di desa ini.
Akibat kekeringan ini, petani mengalami gagal panen. Sebagian tanaman bahkan kosong karena kekurangan air. Petani pun mengalami kerugian ratusan juta rupiah dari biaya garap sawah dan pemeliharaan yang telah dikeluarkan.
Salah satu petani, Sofyan mengatakan, kawasan ini merupakan daerah yang rawan kekeringan saat pergantian musim hujan ke kemarau. Petani di lokasi ini harus menanam saat musim hujan atau mengandalkan pompa air.
“Para petani mengaliri air ke sawah dengan menggunakan mesin pompa, namun tidak maksimal dan sangat terbatas untuk bisa mengaliri seluruh lahan yang sangat luas tersebut,” katanya.
Dia berharap pemerintah mencari solusi dengan membangun saluran irigasi untuk pengairan air ke sawah warga. Kawasan ini mampu menghasilkan gabah mencapai 1,2 ton per musim panen.
“Namun akibat kekurangan air, hasil panen petani merosot drastis,” katanya.
sumber : iNews.id