Jumat, Januari 23, 2026
Mitra TaniKu
  • Login
  • Info Kementan
  • Mitra Tani
  • Pasar Tani
  • Gapoktan Tani
  • Farming
No Result
View All Result
  • Info Kementan
  • Mitra Tani
  • Pasar Tani
  • Gapoktan Tani
  • Farming
No Result
View All Result
Mitra TaniKu
No Result
View All Result
Home Farming

Grandong, Tradisi Panen ala Pandeglang

admin infomitratani by admin infomitratani
15 Februari 2021
in Farming, Gapoktan Tani, National
0
Grandong, Tradisi Panen ala Pandeglang
0
SHARES
21
VIEWS

RELATED POSTS

Bukan di China atau Eropa, Showroom Lepas Pertama di Dunia Justru Hadir di Kelapa Gading

Instruksi Kakorlantas Polri Optimalkan Rest Area Dan Exit Tol Saat Arus Balik

TABLOIDSINARTANI.COM, Pandeglang—Pertanian menjadi salah satu penyerap tenaga kerja cukup besar. Salah satu potensi penyediaan lapangan kerja pertanian adalah ketika panen raya. Kegiatan ini melibatkan  banyak tenaga kerja sebagai buruh panen.

Di Kabupaten Pandeglang Banten tepatnya di Kecamatan Sukaresmi rombongan buruh panen populer kerap disebut Grandong. Berbeda dengan Grandong tokoh jahat yang menjadi anak buah Mak Lampir dalam serial Misteri Gunung Merapi yang disiarkan sebuah stasiun televisi swasta Indonesia.  Di beberapa wilayah, Grandong ,erupakan sebutan hama pada pertanaman bawang merah.

Namun di Pandeglang, istilah Grandong merupakan rombongan/regu buruh pemanen padi  yang justru meringankan kerja petani saat musim panen tiba. 

Sunara, SP., M.Si, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)  Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kecamatan Sukaresmi mengatakan, regu Grandong mengerjakan panen secara berkelompok menggunakan alat mesin perontok seperti power thresher. Namun alat ini dirakit kembali sedemikian rupa agar putaran kipasnya lebih cepat, sehingga hembusannya lebih kencang.

 “Istilah Grandong itu mesin perontok padi yang cara kerjanya didorong. Mesin ini dirakit kembali oleh mereka, terutama pada kipas dan polynya agar cepat dan hembusannya kencang. Regu panen yang menggunakan mesin ini disebut regu panen Grandong,: kata Sunarna, Minggu (7/2).

Regu buruh panen Grandong biasanya berjumlah lebih dari 50 orang terdiri dari pria dan wanita. Biasanya anggota regu wanita bertugas memotong batang padi dengan arit atau sabit yang dikenal dengan istilah ngarit/menyabit. Sementara kaum pria mengumpulkan padi (mupul) dan memanggulnya ke tempat mesin grandong/power thresher yang biasanya berada di area panen untuk dirontokan.

“Tarif jasa regu panen ini borongan dengan tarif Rp 8.000/kwintal.  Ongkos ini dinilai relatif murah dan terjangkau oleh petani,” katanya.

Petani mengakui, keberadaan regu Grandong ini dirasakan manfaatnya. Salah satunya. Aan, petani dari Kelompok Tani Karya Sadar Desa Karyasari Kecamatan Sukaresmi. Pemilik 25 hektar lahan ini menuturkan, dengan menggunakan jasa regu Grandong pekerjaan panen menjadi lebih cepat. Sebagai pemilik lahan Ia hanya tinggal menunggu gabah diantarkan sampai di rumah.

“Adanya regu Grandong, menolong masyarakat petani di pedesaan. Kami  merasa terbantu karena tidak repot-repot lagi melakukan panen. Tinggal tunggu di rumah saja, Grandong sudah menyelesaikan panen dilahan sawah dengan cepat dan mengantarkan gabah hasil panen sampai di rumah,” ujarnya.

Ada lima regu Grandong di Kecamatan Sukaresmi yang jasanya digunakan petani setiap panen. Mereka berpindah–pindah  dari satu desa ke desa lainnya, bahkan antar kecamatan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan, sektor pertanian  merupakan kekuatan besar dalam membuka banyak lapangan kerja. Untuk itu, diperlukan inovasi dan terobosan baru yang melibatkan generasi muda dalam mengoptimalkan potensi yang ada.

Kepala Badan penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengakui, peran sektor pertanian di Indonesia saat ini cukup signifikan Hal ini  terlihat dari kontribusinya terhadap penyediaan lapangan kerja bagi hampir separuh total penduduk.

Untuk itu  pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan, memberikan perlindungan sosial, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional.

Tags: Pangan
ShareTweetSendShare
admin infomitratani

admin infomitratani

Related Posts

Bukan di China atau Eropa, Showroom Lepas Pertama di Dunia Justru Hadir di Kelapa Gading

by salma hn
19 Januari 2026
0

Jakarta - Lepas resmi membuka showroom pertamanya di dunia di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (19/1/2026). Peresmian ini menjadi...

Instruksi Kakorlantas Polri Optimalkan Rest Area Dan Exit Tol Saat Arus Balik

Instruksi Kakorlantas Polri Optimalkan Rest Area Dan Exit Tol Saat Arus Balik

by salma hn
31 Desember 2025
0

JAKARTA – Menjelang perayaan malam Tahun Baru 2025, pihak kepolisian bersama stakeholder terkait terus mematangkan persiapan pengamanan serta pengaturan arus...

Instruksi Kakorlantas Mengenai Aturan SKB Pembatasan Truk

Instruksi Kakorlantas Polri Fokus Pada Langkah Preemtif Dan Preventif Di Jalan Raya

by salma hn
31 Desember 2025
0

JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Irjen Agus Suryonugroho memaparkan capaian signifikan Korlantas Polri selama melaksanakan lima agenda...

Analisis Kakorlantas Polri Mengenai Penurunan Angka Kecelakaan Semester Satu 2025

Analisis Kakorlantas Polri Mengenai Penurunan Angka Kecelakaan Semester Satu 2025

by salma hn
31 Desember 2025
0

BEKASI – Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas), Irjen Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu...

Pesan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho Satu Anggota 20 Sahabat Komunitas

Pesan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho Satu Anggota 20 Sahabat Komunitas

by salma hn
31 Desember 2025
0

BEKASI – Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menginstruksikan setiap anggotanya untuk membangun kedekatan personal dengan masyarakat...

Next Post
Food Estate Rotiklot, Harapan Baru Ketahanan Pangan Nasional Wilayah Timur

Food Estate Rotiklot, Harapan Baru Ketahanan Pangan Nasional Wilayah Timur

Petani Lokasi Food Estate Mulai Panen

Petani Lokasi Food Estate Mulai Panen

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Paling Terpopuler

  • Professor Ngabalin, bersama Vice Presiden Busan University of Foreign Studies (BUFS) Korea Selatan Prof. Kwon, Sun-Hee, Ph . D

    Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin: Indonesia Harus Hadir di Dunia sebagai Teladan Transformasi Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petani Kabupaten HSU Berharap Harga Pupuk Turun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kementan Genjot Potensi Lahan Sawah Tadah Hujan Di Blora

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolri: Layani dan Lindungi, Serta Perhatikan Rasa Keadilan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan hektar tanaman padi terancam gagal panen di P. Bandar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Feed Twitter Infomitratani

© Copyright Infomitratani Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • National

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz