TABLOIDSINARTANI.COM, Pandeglang—Organisme pengganggu tumbuhan (OPT) kerap menjadi tamu tak diundang bagi petani yang merusak tanaman. Jika tidak segera ditangani, maka akan membuat petani mengalami kerugian besar karena menurunnya produksi bahkan gagal panen.
Guna menghindari hal ini petani di Kelompok Tani Melati di Desa Sinarjaya, Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang Banten didampingi penyuluh dan petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (PPOPT) membuat lampu perangkap hama (Light Trap).
Hilman Jayadiningrat, POPT Kecamatan Mandalawangi mengatakan, untuk membuat alatnya cukup mudah dengan bahan dari kayu. Cara kerja lampu perangkap hama adalah menangkap/memerangkap hama yang terbang dan tertarik dengan cahaya khusus, di malam hari. Kemampuan jangkauan light trap tergantung besarnya kekuatan lampu.
“Cahayanya yang terang saat malam hari menarik hama yang umumnya serangga, masuk ke dalam perangkap. Dengan kekuatan 25 watt bisa mencakup 2-3 ha. Jika lampu sampai 100 watt akan menjangkau 5-6 ha,” katanya.
Hilman mengatakan, light trap kini menjadi alat yang diakui petani padi sebagai alat yang ampuh mengurangi serangan hama terbang seperti walangsangit, wereng dan imago penggerek batang. Keuntungan lain alat ini dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia, sehingga padi lebih aman dikonsumsi dan sehat. Dari sisi produksi juga dapat mempertahankan potensi hasil.
Saat ini rata-rata usia tanaman padi sekitar 50 – 75 hari setelah tanam (HST) dengan potensi hasil 7,5-8 ton/ha. “Jika hama yang terperangkap seperti wereng dan walang sangit serta imago penggerek batang jelas akan mempertahankan potensi hasil pertanian khususnya padi,” ungkapnya.
Namun Hilman mengakui, pemasangan alat ini terkendala instalasi listrik dan harga lampu yang mahal. Petani merasa perlu bantuan instalasi listrik dan lampu yang cukup terang.
Seperti diketahui untuk menjaga dan mengamankan produksi pangan nasional. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah memerintahkan kepada semua jajaran Kementan terus mengawal dan menuntaskan masalah pertanian. Diantaranya, hama dan serangan penyakit dengan langkah konkret berupa pendampingan kepada petani.
Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengakui, pertanian cukup rawan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman. Hama bisa merusak tanaman dan membuat petani gagal panen. Karena itu petani, penyuluh dan POPT harus mengantisipasinya segera.