BOGOR — Dalam upaya mendorong regenerasi petani dan mempercepat kemandirian pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) melantik 26 Duta Muda Pertanian atau Young Ambassador Agriculture (YAA) 2025. Pelantikan ini berlangsung di Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/5/2025), sebagai bagian dari program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS).
Para duta terpilih diharapkan dapat menjadi agen inspirasi dan motivator bagi ribuan generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian yang selama ini masih didominasi oleh kelompok usia tua.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kehadiran para YAA menjadi bagian penting dari strategi Kementan untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Melalui program seperti Brigade Pangan yang mengintegrasikan teknologi modern dan peran aktif generasi muda, Kementan berharap bisa menciptakan ekosistem pertanian yang lebih inovatif dan produktif.
“Duta Muda Pertanian harus mampu menginspirasi ribuan pemuda agar berkontribusi pada pembangunan pertanian yang tangguh dan mandiri,” ujar Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa peran YAA tidak sekadar simbolik. Mereka memiliki tanggung jawab nyata untuk mempercepat transformasi pertanian melalui edukasi, inovasi, dan penggerakan komunitas pemuda di daerah masing-masing.
“Dari sekitar 140 juta penduduk usia produktif di Indonesia, hanya 6 juta yang merupakan petani muda. Masih ada 134 juta lainnya yang bisa kita ajak untuk masuk dalam ekosistem pertanian. Young Ambassador tidak boleh hanya menjadi label, tapi harus hadir dengan aksi nyata,” kata Idha.
Salah satu langkah strategis yang ditawarkan Kementan kepada para YAA adalah bergabung dalam program Brigade Pangan. Program ini menitikberatkan pada budidaya komoditas padi di lahan luas dengan dukungan teknologi pertanian modern dan akses permodalan. YAA juga didorong untuk menjadi pelopor dalam pengembangan bisnis pertanian berkelanjutan dan berdampak sosial.
Selain itu, Idha mendorong para duta untuk ikut serta dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan menjangkau hingga 80 ribu unit di seluruh Indonesia. Ia menyampaikan tiga jalur strategis yang bisa ditempuh YAA, yaitu memasuki pasar ekspor, bergabung dengan Brigade Pangan, atau menjadi bagian dari koperasi tersebut.
Senada, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian sekaligus Direktur Program YESS, Muhammad Amin, menyebut pengukuhan YAA bertujuan membentuk figur-figur muda yang dapat mempromosikan sektor pertanian secara luas sekaligus menginspirasi rekan sebayanya untuk terlibat langsung dalam pembangunan pertanian nasional.
“Acara ini bertujuan untuk mencetak duta-duta muda yang tidak hanya aktif membangun sektor pertanian, tetapi juga mampu menjadi agen promosi yang mengenalkan pertanian kepada masyarakat,” ungkap Amin.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kementan dalam menciptakan ekosistem pertanian modern yang inklusif dan berdaya saing tinggi melalui keterlibatan generasi muda.
Baca Juga : Di Tengah Krisis Beras Asia, Indonesia Catat Surplus Tanpa Impor








