Sabtu, Oktober 31, 2026
Mitra TaniKu
  • Login
  • Info Kementan
  • Mitra Tani
  • Pasar Tani
  • Gapoktan Tani
  • Farming
No Result
View All Result
  • Info Kementan
  • Mitra Tani
  • Pasar Tani
  • Gapoktan Tani
  • Farming
No Result
View All Result
Mitra TaniKu
No Result
View All Result
Home Sorotan

Operasi Patuh 2026 Hari Pertama: Polda Metro Jaya Rekam 103 Ribu Pelanggaran Melalui Kamera ETLE

salma hn by salma hn
31 Oktober 2026
in Sorotan
0
Operasi Patuh 2026 Hari Pertama: Polda Metro Jaya Rekam 103 Ribu Pelanggaran Melalui Kamera ETLE
0
SHARES
1
VIEWS

JAKARTA – Operasi Patuh 2026 yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 bukan semata-mata kegiatan penindakan. Korlantas Polri memanfaatkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum, dengan tujuan akhir keselamatan masyarakat di jalan.

Melalui ETLE, setiap pelanggaran tercatat lengkap dengan foto, lokasi, dan waktu kejadian, sehingga proses penindakan dapat ditelusuri secara terbuka. Sistem ini juga mengurangi ruang interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan penyimpangan.

RELATED POSTS

Operasi Patuh 2026: Korlantas Buka Saluran Pengaduan Resmi Jaga Akuntabilitas Petugas

Hilang Fokus Dalam Hitungan Detik: Korlantas Polri Ingatkan Risiko Fatalitas Penggunaan Gadget di Jalan

Kakorlantas Polri Brigjen Pol. Dr. Aries Syahbudin, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan bahwa penindakan di jalan harus bersih dari praktik menyimpang. “Tidak ada ruang bagi transaksi di jalan,” ujarnya. Ia juga mempersilakan masyarakat melapor melalui layanan 110 bila menemukan petugas yang menyimpang.

Menurut Aries, teknologi harus menjadikan penegakan hukum semakin transparan, sementara kehadiran personel Polantas harus semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia menekankan bahwa keberhasilan Operasi Patuh tidak diukur dari banyaknya pelanggar yang ditindak, melainkan dari perubahan perilaku pengguna jalan yang semakin sadar menjaga keselamatan.

Sistem yang Disiapkan: Empat Jenis ETLE

Untuk mendukung pendekatan tersebut, sebanyak 1.358 perangkat ETLE disiagakan secara nasional dalam empat jenis, yakni statis, handheld, mobile, dan drone. Kamera statis merekam pelanggaran tanpa menghentikan kendaraan. Perangkat handheld membantu personel Satlantas membaca pelat nomor dan merekam bukti di lapangan, sedangkan drone menjangkau titik yang sulit diawasi kamera tetap.

Gambaran Hari Pertama: Rekaman Awal, Lalu Validasi

Di wilayah Polda Metro Jaya, kamera ETLE merekam 103.779 kendaraan pada hari pertama operasi, Senin (26/10). Angka ini merupakan rekaman awal yang masih harus diverifikasi, sehingga menggambarkan intensitas pelanggaran yang terekam, bukan ukuran keberhasilan operasi.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo menyebut 2.888 di antaranya telah divalidasi petugas. Seluruh pelanggaran yang tervalidasi dikirimi surat pemberitahuan, dan 1.872 di antaranya sudah dikonfirmasi pemilik kendaraan. Tahapan validasi oleh petugas ini menjadi bagian dari upaya menjaga akurasi dan keadilan dalam penindakan.

Konfirmasi Lewat Kanal Resmi, Waspadai Penipuan

Masyarakat perlu memahami alur resmi. Pemilik kendaraan yang terekam akan menerima surat konfirmasi, lalu melakukan konfirmasi melalui laman konfirmasi-etle.polri.go.id. Setelah itu, denda dibayarkan menggunakan kode BRIVA sesuai petunjuk resmi. Pengecekan mandiri juga bisa dilakukan dengan memasukkan nomor polisi serta data kendaraan sesuai STNK.

Pengendara juga diimbau mewaspadai penipuan berkedok tilang elektronik. Surat konfirmasi asli tidak pernah berbentuk file APK dan tidak meminta penerima mentransfer uang lewat pesan. Surat resmi hanya mengarahkan ke situs berakhiran go.id dan dikirim akun ETLE Nasional bernomor +62 yang terverifikasi.

Pada akhirnya, penegakan hukum yang jelas prosesnya dan terukur pelaksanaannya bertujuan membangun disiplin dan budaya keselamatan di jalan, bukan sekadar menjatuhkan sanksi.

Sumber: Antara, Medcom, Tribrata News

Tags: Brigjen Pol Aries Syahbudin ETLEETLE transparan penegakan hukumkonfirmasi tilang elektronik resmiKorlantas PolriOperasi Patuh 2026validasi ETLE Polda Metro Jaya
ShareTweetSendShare
salma hn

salma hn

Related Posts

Operasi Patuh 2026: Korlantas Buka Saluran Pengaduan Resmi Jaga Akuntabilitas Petugas

Operasi Patuh 2026: Korlantas Buka Saluran Pengaduan Resmi Jaga Akuntabilitas Petugas

by salma hn
31 Oktober 2026
0

JAKARTA — Penegakan hukum lalu lintas pada akhirnya bertujuan melindungi keselamatan. Itulah filosofi yang mendasari Operasi Patuh 2026 yang digelar...

Hilang Fokus Dalam Hitungan Detik: Korlantas Polri Ingatkan Risiko Fatalitas Penggunaan Gadget di Jalan

Hilang Fokus Dalam Hitungan Detik: Korlantas Polri Ingatkan Risiko Fatalitas Penggunaan Gadget di Jalan

by salma hn
30 Oktober 2026
0

JAKARTA — Satu pesan di layar ponsel bisa menunggu, tetapi keselamatan tidak bisa dipertaruhkan. Pesan itu menjadi inti Operasi Patuh...

Tingkatkan Kualitas Patroli dan Pengawalan: Subditwal PJR Korlantas Apresiasi Dukungan Mitra Otomotif

Tingkatkan Kualitas Patroli dan Pengawalan: Subditwal PJR Korlantas Apresiasi Dukungan Mitra Otomotif

by salma hn
29 Oktober 2026
0

JAKARTA — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melalui Subdirektorat Pengawalan dan Patroli Jalan Raya (Subditwal PJR) Ditgakkum resmi menutup Pelatihan...

Efisiensi Pengawasan Titik Rawan: Fitur Tracking Penugasan SILANCAR Pastikan Pergerakan Personel Terkoordinasi

Efisiensi Pengawasan Titik Rawan: Fitur Tracking Penugasan SILANCAR Pastikan Pergerakan Personel Terkoordinasi

by salma hn
29 Oktober 2026
0

JAKARTA — Kelancaran dan keamanan arus lalu lintas memerlukan dukungan teknologi informasi yang terintegrasi, transparan, serta akuntabel. Menjawab kebutuhan tersebut,...

Targetkan 60 Persen Tilang Elektronik, Korlantas Optimalkan Kamera ETLE Statis dan Handheld di Operasi Patuh 2026

Targetkan 60 Persen Tilang Elektronik, Korlantas Optimalkan Kamera ETLE Statis dan Handheld di Operasi Patuh 2026

by salma hn
29 Oktober 2026
0

Jakarta - Banyak pengendara masih memakai helm dan sabuk pengaman hanya ketika melihat petugas di depan mata. Cara pandang itu...

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Paling Terpopuler

  • Professor Ngabalin, bersama Vice Presiden Busan University of Foreign Studies (BUFS) Korea Selatan Prof. Kwon, Sun-Hee, Ph . D

    Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin: Indonesia Harus Hadir di Dunia sebagai Teladan Transformasi Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petani Kabupaten HSU Berharap Harga Pupuk Turun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kementan Genjot Potensi Lahan Sawah Tadah Hujan Di Blora

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolri: Layani dan Lindungi, Serta Perhatikan Rasa Keadilan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rencana Impor 22.500 Ton Beras dari Kamboja: Upaya Pemerintah untuk Menjaga Ketersediaan Stok Beras

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Feed Twitter Infomitratani

© Copyright Infomitratani Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • National

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz