Rabu, September 16, 2026
Mitra TaniKu
  • Login
  • Info Kementan
  • Mitra Tani
  • Pasar Tani
  • Gapoktan Tani
  • Farming
No Result
View All Result
  • Info Kementan
  • Mitra Tani
  • Pasar Tani
  • Gapoktan Tani
  • Farming
No Result
View All Result
Mitra TaniKu
No Result
View All Result
Home National

Libatkan Anak SD Kendalikan Hama Penggerek Batang Padi

admin infomitratani by admin infomitratani
22 April 2021
in National
0
Libatkan Anak SD Kendalikan Hama Penggerek Batang Padi
0
SHARES
14
VIEWS

RELATED POSTS

#ReserseBekerja: Tim URC Bareskrim Polri Baca Situasi TKP dalam Hitungan Menit

#ReserseBekerja Lintas Wilayah: URC Bareskrim Tangkap Pasutri Pelaku Pembunuhan Salon

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor — Berbagai cara dilakukan untuk mengendalikan hama penggerek batang yang menjadi momok petani. Tani Center IPB University berhasil meyakinkan pemerintah di Klaten, Jawa Tengah dalam gerakan bersama anak-anak sekolah dasar (SD) untuk mempermudah pengendalian penggerek batang padi.

“Setiap satu kelompok telur dihargai Rp 500. Dengan dana pengadaan dari Pemda Klaten sebesar Rp 150 juta, bisa terkumpul  kelompok telur hingga 300 ribu kelompok. Dan dapat menyelamatkan nilai panen yang setara dengan 2.250 ton dan bernilai lebih dari Rp 9 Milyar,” jelas Dosen IPB University dari Departemen Proteksi Tanaman sekaligus Kepala Unit Tani Center, Dr Hermanu Triwidodo saat webinar “Pengelolaan Penggerek Batang Padi Berbasis Feromon” yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI).

Ia menyebutkan cara pengumpulan kelompok telur di bagian bawah padi menjadi cara yang efektif dalam pengendalian hama penggerek batang. Sehingga, potensi pertumbuhan populasi kelompok telur yang melonjak dapat ditekan. Upaya tersebut penting untuk diterapkan karena potensi keberhasilan merusak malainya bisa mencapai 20 persen. Dengan kepadatan padi 0,01 per meter persegi, potensi panen yang hilang sekitar enam kilogram.

Dirinya memprediksi, ketika musim kemarau yang berkepanjangan hingga September nanti, akan muncul penggerek batang padi yang bersifat lebih ganas di daerah Pantura. Karenanya, pengetahuan petani akan hama sundep atau beluk pada batang padi sangat penting. Khususnya ketika petani panik menghadapi penggerek padi. Sebagian besar petani akan menggunakan pestisida secara serabutan, yang justru berpotensi mengundang wereng. 

“Dari pengalaman saya, banyak sekali petani yang menggunakan pestisida yang saya nilai kurang efektif. Padahal kita bisa memanfaatkan parasitoid telur seperti Trichogarma. Berdasarkan pengalaman kami, kesuksesan pengendalian akan terjamin jika dimulai sejak awal persemaian dengan memfokuskan pada tempat peletakan telurnya,” tegasnya. 

Menurutnya, spesies penggerek batang padi terbanyak di Indonesia di antaranya penggerek padi kuning, putih, bergaris, dan hitam. Berdasarkan bioekologinya, kondisi optimal peletakan telurnya berada pada suhu 24-29 celsius dan kelembaban 90-100 persen. Kelompok telur banyak ditemukan di bawah permukaan daun di dekat ujung. Adapun telur tersebut mudah rusak bila terpapar suhu di atas 34 celsius dan kelembabannya rendah.

Faktor utama lain yang mempengaruhi mortalitas telur adalah cuaca ekstrem dan musuh alami. Rata-rata siklus hidup pada satu generasi yakni sekitar 40 hari dan kecepatan tumbuh populasinya per generasi hingga 3-8 kali. Pupanya biasa ditemukan di dua ruas terbawah padi. “Oleh karenanya dengan sistem panen saat ini banyak yang tidak termatikan,” imbuhnya.

Sedangkan penggunaan feromon sendiri bukan dimaksudkan sebagai pengendali utama, namun bertujuan untuk memudahkan pengumpulan kelompok telur. Salah satu kunci lain dalam pengendalian yang sukses yakni dengan persatuan antar petani.

Reporter : NATTASYA

Sumber : IPB University

Tags: Pangan
ShareTweetSendShare
admin infomitratani

admin infomitratani

Related Posts

#ReserseBekerja: Tim URC Bareskrim Polri Baca Situasi TKP dalam Hitungan Menit

#ReserseBekerja: Tim URC Bareskrim Polri Baca Situasi TKP dalam Hitungan Menit

by salma hn
10 September 2026
0

JAKARTA — Dinamika di lapangan sering kali tidak memberikan ruang waktu yang panjang bagi personel kepolisian untuk mengambil keputusan. Situasi...

Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014: Tonggak Penting Perlindungan Hukum dalam Proses Penyidikan

#ReserseBekerja Lintas Wilayah: URC Bareskrim Tangkap Pasutri Pelaku Pembunuhan Salon

by salma hn
8 September 2026
0

JAKARTA — Kecepatan merespons laporan masyarakat menjadi titik krusial penegakan hukum pidana. Saat tindak kejahatan terjadi, Tim Unit Reaksi Cepat...

Tindakan Tegas Terukur #ReserseBekerja Dua Pelaku Pembunuhan Pemilik Salon Meringkuk

Tindakan Tegas Terukur #ReserseBekerja Dua Pelaku Pembunuhan Pemilik Salon Meringkuk

by salma hn
8 September 2026
0

JAKARTA — Bareskrim Polri terus memperkuat fungsi reserse dalam mengungkap tindak pidana melalui penyelidikan terukur dan respons cepat di lapangan....

Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014: Tonggak Penting Perlindungan Hukum dalam Proses Penyidikan

#ReserseBekerja Paradigma Modern URC Satreskrim Berorientasi Bukti Sah

by salma hn
7 September 2026
0

JAKARTA — Faktor waktu menjadi elemen yang sangat krusial dalam penanganan perkara tindak pidana oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Masyarakat...

Kebijakan Moratorium Bareskrim: Lindungi Hak Masyarakat Adat dan Sipil

Kebijakan Moratorium Bareskrim: Lindungi Hak Masyarakat Adat dan Sipil

by salma hn
7 September 2026
0

JAKARTA — Bareskrim Polri resmi memberlakukan moratorium atau penangguhan sementara dalam penanganan perkara tindak pidana yang berkaitan dengan konflik agraria...

Next Post
Suka Duka Mengajak Petani Tanam Padi Hibrida

Suka Duka Mengajak Petani Tanam Padi Hibrida

Panen Raya dI Jeneponto, Mentan Sebut Petani Pahlawan Pangan Bangsa

Panen Raya dI Jeneponto, Mentan Sebut Petani Pahlawan Pangan Bangsa

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Paling Terpopuler

  • Professor Ngabalin, bersama Vice Presiden Busan University of Foreign Studies (BUFS) Korea Selatan Prof. Kwon, Sun-Hee, Ph . D

    Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin: Indonesia Harus Hadir di Dunia sebagai Teladan Transformasi Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petani Kabupaten HSU Berharap Harga Pupuk Turun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kementan Genjot Potensi Lahan Sawah Tadah Hujan Di Blora

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolri: Layani dan Lindungi, Serta Perhatikan Rasa Keadilan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rencana Impor 22.500 Ton Beras dari Kamboja: Upaya Pemerintah untuk Menjaga Ketersediaan Stok Beras

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Feed Twitter Infomitratani

© Copyright Infomitratani Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • National

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz