Sabtu, Oktober 31, 2026
Mitra TaniKu
  • Login
  • Info Kementan
  • Mitra Tani
  • Pasar Tani
  • Gapoktan Tani
  • Farming
No Result
View All Result
  • Info Kementan
  • Mitra Tani
  • Pasar Tani
  • Gapoktan Tani
  • Farming
No Result
View All Result
Mitra TaniKu
No Result
View All Result
Home National

Libatkan Anak SD Kendalikan Hama Penggerek Batang Padi

admin infomitratani by admin infomitratani
22 April 2021
in National
0
Libatkan Anak SD Kendalikan Hama Penggerek Batang Padi
0
SHARES
15
VIEWS

RELATED POSTS

Bagaimana Gerak Cepat Tim URC Polda Sulut Ringkus Pelaku Pembunuhan Profesor Sukabumi? #ReserseBekerja

Bagaimana Tim URC Reserse Andalkan Alat Bukti Ungkap Kejahatan Fisik hingga Digital #ReserseBekerja?

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor — Berbagai cara dilakukan untuk mengendalikan hama penggerek batang yang menjadi momok petani. Tani Center IPB University berhasil meyakinkan pemerintah di Klaten, Jawa Tengah dalam gerakan bersama anak-anak sekolah dasar (SD) untuk mempermudah pengendalian penggerek batang padi.

“Setiap satu kelompok telur dihargai Rp 500. Dengan dana pengadaan dari Pemda Klaten sebesar Rp 150 juta, bisa terkumpul  kelompok telur hingga 300 ribu kelompok. Dan dapat menyelamatkan nilai panen yang setara dengan 2.250 ton dan bernilai lebih dari Rp 9 Milyar,” jelas Dosen IPB University dari Departemen Proteksi Tanaman sekaligus Kepala Unit Tani Center, Dr Hermanu Triwidodo saat webinar “Pengelolaan Penggerek Batang Padi Berbasis Feromon” yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI).

Ia menyebutkan cara pengumpulan kelompok telur di bagian bawah padi menjadi cara yang efektif dalam pengendalian hama penggerek batang. Sehingga, potensi pertumbuhan populasi kelompok telur yang melonjak dapat ditekan. Upaya tersebut penting untuk diterapkan karena potensi keberhasilan merusak malainya bisa mencapai 20 persen. Dengan kepadatan padi 0,01 per meter persegi, potensi panen yang hilang sekitar enam kilogram.

Dirinya memprediksi, ketika musim kemarau yang berkepanjangan hingga September nanti, akan muncul penggerek batang padi yang bersifat lebih ganas di daerah Pantura. Karenanya, pengetahuan petani akan hama sundep atau beluk pada batang padi sangat penting. Khususnya ketika petani panik menghadapi penggerek padi. Sebagian besar petani akan menggunakan pestisida secara serabutan, yang justru berpotensi mengundang wereng. 

“Dari pengalaman saya, banyak sekali petani yang menggunakan pestisida yang saya nilai kurang efektif. Padahal kita bisa memanfaatkan parasitoid telur seperti Trichogarma. Berdasarkan pengalaman kami, kesuksesan pengendalian akan terjamin jika dimulai sejak awal persemaian dengan memfokuskan pada tempat peletakan telurnya,” tegasnya. 

Menurutnya, spesies penggerek batang padi terbanyak di Indonesia di antaranya penggerek padi kuning, putih, bergaris, dan hitam. Berdasarkan bioekologinya, kondisi optimal peletakan telurnya berada pada suhu 24-29 celsius dan kelembaban 90-100 persen. Kelompok telur banyak ditemukan di bawah permukaan daun di dekat ujung. Adapun telur tersebut mudah rusak bila terpapar suhu di atas 34 celsius dan kelembabannya rendah.

Faktor utama lain yang mempengaruhi mortalitas telur adalah cuaca ekstrem dan musuh alami. Rata-rata siklus hidup pada satu generasi yakni sekitar 40 hari dan kecepatan tumbuh populasinya per generasi hingga 3-8 kali. Pupanya biasa ditemukan di dua ruas terbawah padi. “Oleh karenanya dengan sistem panen saat ini banyak yang tidak termatikan,” imbuhnya.

Sedangkan penggunaan feromon sendiri bukan dimaksudkan sebagai pengendali utama, namun bertujuan untuk memudahkan pengumpulan kelompok telur. Salah satu kunci lain dalam pengendalian yang sukses yakni dengan persatuan antar petani.

Reporter : NATTASYA

Sumber : IPB University

Continue Reading
Tags: Pangan
ShareTweetSendShare
admin infomitratani

admin infomitratani

Related Posts

Bagaimana Gerak Cepat Tim URC Polda Sulut Ringkus Pelaku Pembunuhan Profesor Sukabumi? #ReserseBekerja

Bagaimana Gerak Cepat Tim URC Polda Sulut Ringkus Pelaku Pembunuhan Profesor Sukabumi? #ReserseBekerja

by salma hn
6 Oktober 2026
0

MAKASSAR — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Polda Sulawesi Selatan menangkap PAL (41), terduga pelaku pembunuhan seorang profesor yang...

Dari Kasus Siber Hingga Umrah: Reserse Jaga Profesionalisme Hukum

Bagaimana Tim URC Reserse Andalkan Alat Bukti Ungkap Kejahatan Fisik hingga Digital #ReserseBekerja?

by salma hn
23 September 2026
0

JAKARTA — Proses penegakan hukum tindak pidana membutuhkan kerja penyidikan yang cermat dan berbasis pembuktian ilmiah (scientific crime investigation). Tindakan...

Telusuri Jejak Digital CCTV, Tim URC Resmob Bareskrim Bekuk 5 Eksekutor dan Joki #ReserseBekerja

Telusuri Jejak Digital CCTV, Tim URC Resmob Bareskrim Bekuk 5 Eksekutor dan Joki #ReserseBekerja

by salma hn
23 September 2026
0

JAKARTA — Aksi komplotan maling spesialis pembobol rumah yang sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan tular di media sosial akhirnya...

Dari Kasus Siber Hingga Umrah: Reserse Jaga Profesionalisme Hukum

Pembuktian Ilmiah KUHAP Baru, Cara Tim URC Pelabuhan Belawan Usut Jaringan Sabu #ReserseBekerja

by salma hn
22 September 2026
0

MEDAN DELI — Tim URC Pelabuhan Belawan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan seorang pria berinisial H (31)...

#ReserseBekerja: URC Polres Pelabuhan Belawan Kembangkan Jaringan Sabu Usai Amankan Pengedar di Mabar Hilir

#ReserseBekerja: URC Polres Pelabuhan Belawan Kembangkan Jaringan Sabu Usai Amankan Pengedar di Mabar Hilir

by salma hn
22 September 2026
0

MEDAN DELI — Informasi dari masyarakat kembali membuahkan hasil nyata dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika di Kota Medan. Satuan Reserse...

Next Post
Suka Duka Mengajak Petani Tanam Padi Hibrida

Suka Duka Mengajak Petani Tanam Padi Hibrida

Panen Raya dI Jeneponto, Mentan Sebut Petani Pahlawan Pangan Bangsa

Panen Raya dI Jeneponto, Mentan Sebut Petani Pahlawan Pangan Bangsa

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Paling Terpopuler

  • Professor Ngabalin, bersama Vice Presiden Busan University of Foreign Studies (BUFS) Korea Selatan Prof. Kwon, Sun-Hee, Ph . D

    Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin: Indonesia Harus Hadir di Dunia sebagai Teladan Transformasi Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petani Kabupaten HSU Berharap Harga Pupuk Turun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kementan Genjot Potensi Lahan Sawah Tadah Hujan Di Blora

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolri: Layani dan Lindungi, Serta Perhatikan Rasa Keadilan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rencana Impor 22.500 Ton Beras dari Kamboja: Upaya Pemerintah untuk Menjaga Ketersediaan Stok Beras

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Feed Twitter Infomitratani

© Copyright Infomitratani Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • National

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz