Jumat, April 24, 2026
Mitra TaniKu
  • Login
  • Info Kementan
  • Mitra Tani
  • Pasar Tani
  • Gapoktan Tani
  • Farming
No Result
View All Result
  • Info Kementan
  • Mitra Tani
  • Pasar Tani
  • Gapoktan Tani
  • Farming
No Result
View All Result
Mitra TaniKu
No Result
View All Result
Home Farming

Leuit, Kearifan Masyarakat Adat Banten Menjaga Pangan

admin infomitratani by admin infomitratani
15 April 2021
in Farming, National
0
Leuit, Kearifan Masyarakat Adat Banten Menjaga Pangan
0
SHARES
43
VIEWS

RELATED POSTS

Audiensi Pakar Transportasi: Kakorlantas Paparkan Data Penurunan Kecelakaan Operasi Ketupat

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho: Karoseri Nakal Bisa Dijerat Pidana Over Dimension

TABLOIDSINARTANI.COM, Banten—Bangsa Indonesia kaya terhadap kearifan lokal dalam ketahanan pangan. Salah satu tradisi yang masih terjaga adalah kearifan masyarakat adat banten dalam menyimpan hasil panen padi mereka.

Namanya Leuit. Bangunan yang digunakan untuk menyimpan gabah tersebut masih banyak terdapat di daerah pedesaan Sunda dan Baduy yang termasuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Ada pantangan yang masih dipatuhi sebagian besar masyarakat adat Banten. Mereka tidak boleh menjual beras hasil panen, tapi harus disimpan dalam leuit dan dikonsumsi sendiri.

Kabupaten Lebak adalah salah satu daerah penghasil beras terbesar di Banten. Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Banten, Lebak menduduki peringkat kelima penghasil beras. Kabupaten yang dipimpin Bupati Iti Jayabaya ini memiliki luas areal lahan padi sebanyak 79.843 hektar (ha) dengan hasil produksi 379.079 ton.

Ada hal menarik ketika kita berkunjung ke pedalaman Lebak, terutama Desa Citorek, Kecamatan Cibeber. Desa yang terkenal dengan wisata baru “Negeri di atas awan”, selain keindahan alamnya yang perawan, desa ini juga temasuk penghasil padi di Kabupaten Lebak.

Berjarak  120 kilometer dari Jakarta dan berbatasan langsung dengan kabupaten Bogor dan Sukabumi ini memiliki kawasan desa adat dengan sebutan wewengkon adat kasepuhan Citorek. Kawasan adat ini meliputi 5 dusun dalam satu desa citorek yang mayoritas warganya menjadi petani padi.

Memasuki musim panen padi Februari-Maret ini disepanjang jalan menuju desa tersebut penuh dengan padi yang sedang di jemur dengan cara tradisonal yaitu mengandalkan matahari. Padi yang sudah dijemur masyarakat setempat tidak langsung digiling, apalagi dijual.

Mereka mempunyai tempat penyimpanan yang sudah ada secara turun temurun yaitu “leuit”. Kearifan lokal inilah yang menyerap gabah hasil petani desa tersebut hingga mereka tidak terpengaruh dengan gonjang ganjing beras impor. Masyarakat memproduksi, serap dan konsumsi sendiri.

Leuit atau ditempat lain disebut lumbung inilah yang menyerap dan menyimpan stok pangan mereka selama 1 tahun sampai panen tahun berikut. Artinya, secara lokal masyarakat Banten telah swasembada pangan.

Padi atau gabah akan dikeluarkan secara berkala untuk digiling secara tradisional. Jumlahnya  hanya untuk konsumsi dan dijual untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Iwan salah seorang petani Desa Citorek Kidul mengatakan, petani hanya menanam padi satu kali setahun. Setelah itu mereka gunakan sawahnya untuk budidaya perikanan air tawar.

“Hasil panen padi itu cukup untuk dikonsumsi selama setahun, karena rata-rata petani memiliki lahan sendiri dan cukup luas, sehingga hasil panen bisa dinikmati maksimal,” tuturnya.

Sekarang ini, warga juga mulai menikmati berkah lain disamping bertani yaitu potensi wisata negeri diatas awan Citorek. Walaupun di musim pandemi, meski kunjungan wisatawan cenderung turun, namun pada Sabtu dan Minggu banyak wisatawan dari Jabodetabek yang penasaran ingin melihat gumpalan awan indah di puncak gunung luhur itu.

— 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/

Tags: Pangan
ShareTweetSendShare
admin infomitratani

admin infomitratani

Related Posts

Audiensi Pakar Transportasi: Kakorlantas Paparkan Data Penurunan Kecelakaan Operasi Ketupat

Audiensi Pakar Transportasi: Kakorlantas Paparkan Data Penurunan Kecelakaan Operasi Ketupat

by salma hn
3 April 2026
0

Jakarta — Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menerima audiensi dari sejumlah pakar...

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho: Karoseri Nakal Bisa Dijerat Pidana Over Dimension

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho: Karoseri Nakal Bisa Dijerat Pidana Over Dimension

by salma hn
3 April 2026
0

Jakarta — Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa transformasi digital merupakan...

Apresiasi Keberhasilan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas: Penurunan Fatalitas Bukti Kinerja Nyata

Apresiasi Keberhasilan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas: Penurunan Fatalitas Bukti Kinerja Nyata

by salma hn
3 April 2026
0

Jakarta — Pelaksanaan mudik dan balik Lebaran 2026 mencatatkan capaian bersejarah dalam aspek Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas...

Sukses Kelola 6,2 Juta Kendaraan, Polri Kedepankan Program Polantas Menyapa dan Melayani

Sukses Kelola 6,2 Juta Kendaraan, Polri Kedepankan Program Polantas Menyapa dan Melayani

by salma hn
2 April 2026
0

Jakarta — Penanganan arus mudik dan balik Lebaran 1447 H (2026) resmi memasuki era baru. Korlantas Polri berhasil mencatatkan penurunan...

Kapolri Tekankan Evaluasi Mendalam Usai Sukses Tekan Angka Kecelakaan 6,31% di Mudik 2026

Kapolri Tekankan Evaluasi Mendalam Usai Sukses Tekan Angka Kecelakaan 6,31% di Mudik 2026

by salma hn
2 April 2026
0

Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Korlantas Polri atas keberhasilan pengamanan Operasi...

Next Post
Kementan Galakkan Rubuha, Sarana Pengendalian Hama Tikus Ramah Lingkungan

Kementan Galakkan Rubuha, Sarana Pengendalian Hama Tikus Ramah Lingkungan

Saat Inbrida Melandai, Padi Hibrida Solusi Dongkrak Produksi

Saat Inbrida Melandai, Padi Hibrida Solusi Dongkrak Produksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Paling Terpopuler

  • Professor Ngabalin, bersama Vice Presiden Busan University of Foreign Studies (BUFS) Korea Selatan Prof. Kwon, Sun-Hee, Ph . D

    Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin: Indonesia Harus Hadir di Dunia sebagai Teladan Transformasi Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petani Kabupaten HSU Berharap Harga Pupuk Turun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kementan Genjot Potensi Lahan Sawah Tadah Hujan Di Blora

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolri: Layani dan Lindungi, Serta Perhatikan Rasa Keadilan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rencana Impor 22.500 Ton Beras dari Kamboja: Upaya Pemerintah untuk Menjaga Ketersediaan Stok Beras

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Feed Twitter Infomitratani

© Copyright Infomitratani Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • National

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz