Rabu, September 16, 2026
Mitra TaniKu
  • Login
  • Info Kementan
  • Mitra Tani
  • Pasar Tani
  • Gapoktan Tani
  • Farming
No Result
View All Result
  • Info Kementan
  • Mitra Tani
  • Pasar Tani
  • Gapoktan Tani
  • Farming
No Result
View All Result
Mitra TaniKu
No Result
View All Result
Home Mitra Tani

Jauh Swasembada, Produk-Produk Pangan Ini Masih Harus Diimpor

admin infomitratani by admin infomitratani
16 Maret 2021
in Mitra Tani, National
0
Jauh Swasembada, Produk-Produk Pangan Ini Masih Harus Diimpor

Ilustrasi

0
SHARES
47
VIEWS

RELATED POSTS

#ReserseBekerja: Tim URC Bareskrim Polri Baca Situasi TKP dalam Hitungan Menit

#ReserseBekerja Lintas Wilayah: URC Bareskrim Tangkap Pasutri Pelaku Pembunuhan Salon

Jakarta, infomitratani.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mengakui beberapa komoditas pangan masih harus diimpor, dalam jumlah besar maupun hanya menutup kekurangan produksi lokal. Ada komoditas pangan yang mayoritas kebutuhan dipasok dari impor.

Berdasarkan realisasi impor 2020, komoditas dengan nilai impor terbesar adalah kedelai yang mencapai 1.046.978 ton. Stok yang masih tersedia hingga Desember 2020 lalu hanya 413.117 ton, sementara produksi hanya 42.449 ton. Padahal, perkiraan kebutuhan mencapai 1.304.432 ton.

Fakta ini yang membuat harga tahu dan tempe harus mengalami lonjakan harga beberapa waktu lalu. Indonesia masih harus mengandalkan impor kedelai dari Amerika Serikat dan Brasil. Padahal, di sisi lain Indonesia juga harus berebut stok dengan negara lain seperti China. Akibatnya, harga kedelai naik dan pengrajin tahu serta tempe harus menjerit.

Selain kedelai yang mayoritas dari impor, bawang putih yang  realisasi impornya 257.824 ton pada 2020, daging sapi atau kerbau 111.296 ton, dan gula pasir 646.944 ton.

“Untuk sebagian komoditas seperti kedelai, bawang putih, daging sapi atau kerbau dan gula pasir, sebagian masih didatangkan melalui impor,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Momon Rusmono dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Senin (15/3/21).

Komoditas tersebut seakan menjadi langganan bagi Indonesia untuk mengandalkan dari luar negeri. Pasalnya, produksi dalam negeri tidak mencukupi, misalnya dari perkiraan kebutuhan bawang putih hingga Mei mendatang yang mencapai 243.655 ton, Indonesia hanya mampu produksi 14.290 ton. China menjadi negara yang biasanya memenuhi kebutuhan bawang putih Indonesia.

Kemudian kebutuhan gula pasir untuk konsumsi rumah tangga yang masih besar defisit, bahkan bila untuk keperluan industri jumlah defisitnya lebih besar lagi. “Hampir 650 ribu ton (defisit) untuk konsumsi,” kata Momon.

sumber : CNBC Indonesia

Tags: imporproduk panganswasembada
ShareTweetSendShare
admin infomitratani

admin infomitratani

Related Posts

#ReserseBekerja: Tim URC Bareskrim Polri Baca Situasi TKP dalam Hitungan Menit

#ReserseBekerja: Tim URC Bareskrim Polri Baca Situasi TKP dalam Hitungan Menit

by salma hn
10 September 2026
0

JAKARTA — Dinamika di lapangan sering kali tidak memberikan ruang waktu yang panjang bagi personel kepolisian untuk mengambil keputusan. Situasi...

Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014: Tonggak Penting Perlindungan Hukum dalam Proses Penyidikan

#ReserseBekerja Lintas Wilayah: URC Bareskrim Tangkap Pasutri Pelaku Pembunuhan Salon

by salma hn
8 September 2026
0

JAKARTA — Kecepatan merespons laporan masyarakat menjadi titik krusial penegakan hukum pidana. Saat tindak kejahatan terjadi, Tim Unit Reaksi Cepat...

Tindakan Tegas Terukur #ReserseBekerja Dua Pelaku Pembunuhan Pemilik Salon Meringkuk

Tindakan Tegas Terukur #ReserseBekerja Dua Pelaku Pembunuhan Pemilik Salon Meringkuk

by salma hn
8 September 2026
0

JAKARTA — Bareskrim Polri terus memperkuat fungsi reserse dalam mengungkap tindak pidana melalui penyelidikan terukur dan respons cepat di lapangan....

Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014: Tonggak Penting Perlindungan Hukum dalam Proses Penyidikan

#ReserseBekerja Paradigma Modern URC Satreskrim Berorientasi Bukti Sah

by salma hn
7 September 2026
0

JAKARTA — Faktor waktu menjadi elemen yang sangat krusial dalam penanganan perkara tindak pidana oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Masyarakat...

Kebijakan Moratorium Bareskrim: Lindungi Hak Masyarakat Adat dan Sipil

Kebijakan Moratorium Bareskrim: Lindungi Hak Masyarakat Adat dan Sipil

by salma hn
7 September 2026
0

JAKARTA — Bareskrim Polri resmi memberlakukan moratorium atau penangguhan sementara dalam penanganan perkara tindak pidana yang berkaitan dengan konflik agraria...

Next Post
Sedih! Upah Buruh Tani di RI Lebih Rendah dari Kuli Bangunan

Sedih! Upah Buruh Tani di RI Lebih Rendah dari Kuli Bangunan

Siap-Siap! Mendag: Harga Daging Sapi akan Naik

Siap-Siap! Mendag: Harga Daging Sapi akan Naik

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Paling Terpopuler

  • Professor Ngabalin, bersama Vice Presiden Busan University of Foreign Studies (BUFS) Korea Selatan Prof. Kwon, Sun-Hee, Ph . D

    Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin: Indonesia Harus Hadir di Dunia sebagai Teladan Transformasi Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petani Kabupaten HSU Berharap Harga Pupuk Turun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kementan Genjot Potensi Lahan Sawah Tadah Hujan Di Blora

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolri: Layani dan Lindungi, Serta Perhatikan Rasa Keadilan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rencana Impor 22.500 Ton Beras dari Kamboja: Upaya Pemerintah untuk Menjaga Ketersediaan Stok Beras

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Feed Twitter Infomitratani

© Copyright Infomitratani Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • National

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz