Rabu, September 16, 2026
Mitra TaniKu
  • Login
  • Info Kementan
  • Mitra Tani
  • Pasar Tani
  • Gapoktan Tani
  • Farming
No Result
View All Result
  • Info Kementan
  • Mitra Tani
  • Pasar Tani
  • Gapoktan Tani
  • Farming
No Result
View All Result
Mitra TaniKu
No Result
View All Result
Home Gapoktan Tani

Ratusan Ha Sawah Pangandaran Kebanjiran, Petani: Nggak Ada Solusi

admin infomitratani by admin infomitratani
3 Maret 2021
in Gapoktan Tani, National
0
Sawah di Kecamatan Padaherang Pangandaran terendam banjir.

Sawah di Kecamatan Padaherang Pangandaran terlihat seperti danau akibat terendam banjir.

0
SHARES
18
VIEWS

Pangandaran – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ai Ijah Hartini berharap koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan Pemkab Pangandaran dalam penanganan masalah banjir di wilayah Kecamatan Padaherang, Mangunjaya dan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terjalin dengan baik.

“Itu sejak saya masih kecil, permasalahan banjir di wilayah itu seperti tak ada solusinya,” kata Ai Ijah, Selasa (2/3/2021). Padahal kata Ai Ijah, tiga kecamatan tersebut merupakan lumbung padi Kabupaten Pangandaran. “Lahan pertaniannya ratusan hektare, bisa dibilang lumbung padinya Pangandaran,” kata Ai.

RELATED POSTS

#ReserseBekerja: Tim URC Bareskrim Polri Baca Situasi TKP dalam Hitungan Menit

#ReserseBekerja Lintas Wilayah: URC Bareskrim Tangkap Pasutri Pelaku Pembunuhan Salon

Dia memaparkan sektor pertanian juga menjadi penopang perekonomian rakyat Pangandaran, sehingga masalah banjir di wilayah itu semestinya mendapatkan prioritas. “Sektor pertanian itu tahan banting, dia bisa survive di segala kondisi. Buktinya di tengah pandemi Corona, pertanian adalah sektor usaha yang tak goyah,” kata Ai.

Menurut dia, muncul wacana membuat embung sebagai media tampung ketika debit air meningkat. “Rencananya kita buat embung. Memang benar wilayah itu adalah dataran rendah sehingga mudah sekali banjir. Tapi jika bersama-sama bersinergi, kita pasti bisa menanganinya,” ujarnya.

Ai menuturkan masalah terbesar dari sulitnya penanganan banjir di Padaherang dan sekitarnya adalah koordinasi sebagai dampak dari pembagian kewenangan antara pemerintah pusat melalui BBWS Citanduy, Pemprov Jabar melalui Dinas PSDA dan Pemkab Pangandaran. Dia menjelaskan perlu penanganan terintegrasi sehingga penanganan tidak parsial atau separuh-separuh.

“Tembok besar masalahnya kan koordinasi. Terdengar sepele, namun kenyataannya susah dilaksanakan,” ucap Ai.

Dia mengatakan pada 15 Maret mendatang akan melakukan pertemuan dengan semua pihak terkait penanganan banjir di wilayah tersebut. “Mudah-mudahan bisa selesai, ada solusi dan didukung oleh masyarakat,” kata Ai.

Petani mengeluhkan kondisi banjir yang hampir setiap tahun melanda area sawahnya. Ratusan hektare sawah kebanjiran. Misalnya di Desa Maruyungsari dan Paledah, sawah terlihat seperti danau akibat terendam.

“Sejak akhir tahun lalu banjir, sawah sudah tak diurus, kami biarkan. Karena sudah biasa, jadi ketika musim hujan datang, kami tidak menanam. Dipaksakan menanam juga malah rugi, buat apa?” kata Bangun, salah seorang petani di Desa Maruyungsari.

Bangun mengatakan banjir disebabkan air Citanduy tertahan saat hendak masuk muara. “Mungkin karena muara sudah dangkal, jadi ketika air Citanduy besar, tidak langsung mengalir ke laut. Tertahan di muara dan meluber ke sini,” kata Bangun.

Kondisi ini sudah terjadi bertahun-tahun, Bangun bahkan mengaku sudah pasrah dengan kondisi ini. “Susah, nggak ada solusi. Pihak yang meninjau mah sudah bolak-balik dari pusat dari pemda. Katanya biayanya besar kalau untuk pengerukan,” kata Bangun.

sumber : detikNews

Continue Reading
Tags: Banjirlumbung padipangandaran
ShareTweetSendShare
admin infomitratani

admin infomitratani

Related Posts

#ReserseBekerja: Tim URC Bareskrim Polri Baca Situasi TKP dalam Hitungan Menit

#ReserseBekerja: Tim URC Bareskrim Polri Baca Situasi TKP dalam Hitungan Menit

by salma hn
10 September 2026
0

JAKARTA — Dinamika di lapangan sering kali tidak memberikan ruang waktu yang panjang bagi personel kepolisian untuk mengambil keputusan. Situasi...

Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014: Tonggak Penting Perlindungan Hukum dalam Proses Penyidikan

#ReserseBekerja Lintas Wilayah: URC Bareskrim Tangkap Pasutri Pelaku Pembunuhan Salon

by salma hn
8 September 2026
0

JAKARTA — Kecepatan merespons laporan masyarakat menjadi titik krusial penegakan hukum pidana. Saat tindak kejahatan terjadi, Tim Unit Reaksi Cepat...

Tindakan Tegas Terukur #ReserseBekerja Dua Pelaku Pembunuhan Pemilik Salon Meringkuk

Tindakan Tegas Terukur #ReserseBekerja Dua Pelaku Pembunuhan Pemilik Salon Meringkuk

by salma hn
8 September 2026
0

JAKARTA — Bareskrim Polri terus memperkuat fungsi reserse dalam mengungkap tindak pidana melalui penyelidikan terukur dan respons cepat di lapangan....

Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014: Tonggak Penting Perlindungan Hukum dalam Proses Penyidikan

#ReserseBekerja Paradigma Modern URC Satreskrim Berorientasi Bukti Sah

by salma hn
7 September 2026
0

JAKARTA — Faktor waktu menjadi elemen yang sangat krusial dalam penanganan perkara tindak pidana oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Masyarakat...

Kebijakan Moratorium Bareskrim: Lindungi Hak Masyarakat Adat dan Sipil

Kebijakan Moratorium Bareskrim: Lindungi Hak Masyarakat Adat dan Sipil

by salma hn
7 September 2026
0

JAKARTA — Bareskrim Polri resmi memberlakukan moratorium atau penangguhan sementara dalam penanganan perkara tindak pidana yang berkaitan dengan konflik agraria...

Next Post
Tips Budi Daya Tanaman Hias Agar Tumbuh Indah

Tips Budi Daya Tanaman Hias Agar Tumbuh Indah

Bawang Merah dan Kentang di Food Estate Sumut Siap Panen

Bawang Merah dan Kentang di Food Estate Sumut Siap Panen

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Paling Terpopuler

  • Professor Ngabalin, bersama Vice Presiden Busan University of Foreign Studies (BUFS) Korea Selatan Prof. Kwon, Sun-Hee, Ph . D

    Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin: Indonesia Harus Hadir di Dunia sebagai Teladan Transformasi Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petani Kabupaten HSU Berharap Harga Pupuk Turun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kementan Genjot Potensi Lahan Sawah Tadah Hujan Di Blora

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolri: Layani dan Lindungi, Serta Perhatikan Rasa Keadilan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rencana Impor 22.500 Ton Beras dari Kamboja: Upaya Pemerintah untuk Menjaga Ketersediaan Stok Beras

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Feed Twitter Infomitratani

© Copyright Infomitratani Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • National

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz